Perekonomian berbasis pariwisata dan remitansi menghadapi tekanan tambahan signifikan.
Ketidakpastian global memperketat kondisi keuangan kawasan. Mata uang dan arus modal mengalami tekanan cukup besar. Oleh karena itu, stabilitas ekonomi menjadi prioritas utama kebijakan regional. Dampak lanjutan berpotensi memperlemah daya tahan ekonomi domestik.
ADB menyiapkan dua komponen intervensi utama dalam program dukungan ini. Pertama, dukungan anggaran cepat untuk mengatasi tekanan fiskal pemerintah. Fasilitas kontrasiklus digunakan menstabilkan perekonomian nasional.
Kedua, Program Pembiayaan Perdagangan dan Rantai Pasokan diaktifkan kembali. Program ini menjamin kelancaran impor energi dan pangan.
ADB juga mengaktifkan kembali dukungan impor minyak secara terbatas. Kebijakan ini dipicu lonjakan harga minyak global yang tajam.
Pembicaraan intensif dilakukan dengan negara anggota terdampak parah. Kerja sama melibatkan pemerintah, mitra pembangunan, dan sektor swasta. Langkah terkoordinasi ini bertujuan menjaga stabilitas ekonomi serta melindungi masyarakat rentan.
(Taufik Fajar)