Di sisi lain, sejumlah sekutu Amerika Serikat (AS) kini mulai berpartisipasi dalam upaya penyelesaian krisis di Selat Hormuz, namun Washington mengharapkan dukungan yang lebih besar, kata Duta Besar AS untuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Matthew Whitaker, Rabu (25/3).
“Kami memiliki sekutu yang akhirnya mulai bergerak. Ada sekutu kunci yang berkontribusi dan menyediakan berbagai dukungan. Kami hanya menginginkan lebih banyak lagi,” ujar Whitaker kepada media penyiaran Fox Business dilansir Antara.
Dia juga mengatakan bahwa AS tengah bekerja secara intensif dalam jalur diplomatik untuk meyakinkan mitra di Eropa dan Timur Tengah agar turut terlibat.
“Sayangnya, perlu upaya meyakinkan bahwa isu ini lebih penting bagi mereka dibandingkan bagi Amerika Serikat,” kata Whitaker.
Dia menambahkan bahwa perkembangan Selat Hormuz yang krusial saat ini turut memengaruhi harga minyak global.
(Dani Jumadil Akhir)