Anjuran IEA Kurangi Minyak dan LPG, DEN: Sesuai Skenario Transisi Energi Indonesia

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Kamis 26 Maret 2026 14:58 WIB
Anjuran IEA Kurangi Minyak dan LPG, DEN: Sesuai Skenario Transisi Energi Indonesia (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Dewan Energi Nasional (DEN) menilai anjuran Badan Energi Internasional atau IEA untuk mengurangi penggunaan minyak mentah dan LPG sesuai dengan skenario transisi energi Indonesia. Hal ini sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional.

"(Anjuran) dari Badan Energi Internasional itu sudah ada, bahkan dalam PP. Justru sekarang implementasinya,” kata anggota DEN Satya Widya Yudha di Jakarta, Kamis (26/3/2026).

Menurut Satya, ada atau tidak ada perang pun, Indonesia memang sudah merancang skenario transisi energi tersebut. Hanya saja, sesuai kondisi saat ini, bisa menjadi momentum untuk mempercepat aksi. 

”Hanya sekarang, merespons ketegangan geopolitik ini, sehingga aksi-aksi ini bisa dipercepat,” ucap Satya. 

Satya menambahkan, anjuran IEA memang sesuai dengan skenario transisi energi nasional. Termasuk anjuran untuk menurunkan pemintaan dan penggunaan langkah fiskal. 

Terkait upaya menurunkan permintaan, Satya mencontohkan, mengenai pengalihan bahan bakar minyak (BBM) ke listrik. Menurutnya, kebijakan tersebut sudah termaktub dalam skenario transisi energi. Terutama untuk mobil, transportasi dan juga untuk kompor listrik untuk mengurangi LPG.

”Karena LPG dan BBM sama-sama komoditas impor, kebijakan yang baru dilaksanakan pemerintah adalah memaksimalkan transportasi publik,” ujar Satya. 

Begitu juga yang lain, seperti konversi sepeda motor, baik menuju bahan bakar gas, khususnya CNG atau pun listrik. ”Walaupun itu secara bertahap. Karena kita juga mengedepankan supaya performa kendaraan tetap terjamin,” kata dia.

Termasuk kebijakan Presiden terkait WFH, menurut Satya juga secara diharapkan bisa mengurangi mobilitas. ”Jadi intinya, di dalam kebijakan energi nasional, tidak hanya suplai yang diatur, tetapi demand juga.  Karena kita ingin, pada 2045, kita keluar dari middle income trap berarti pertumbuhan ekonominya juga kita harapkan tinggi,” jelasnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya