Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry, hingga periode H+1 sampai H+3 Lebaran, tercatat sebanyak 41.526 kendaraan telah menyeberang ke Bali. Namun, masih terdapat sekitar 114.255 kendaraan atau 73 persen yang belum melakukan penyeberangan. Dengan kondisi tersebut, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H+6, yakni 28 Maret 2026.
Aan menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan arus balik tidak hanya bergantung pada aspek teknis, tetapi juga koordinasi lintas instansi. Sinergi antara operator pelabuhan, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai krusial untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung selamat, aman, dan lancar.
“Koordinasi dan komunikasi harus terus diperkuat agar setiap potensi kepadatan bisa diantisipasi sejak dini,” pungkasnya.
(Feby Novalius)