Simpanan Orang Kaya vs Rakyat Biasa, Ini Faktanya

Tangguh Yudha, Jurnalis
Sabtu 28 Maret 2026 18:05 WIB
Jurang ketimpangan ekonomi di Indonesia semakin melebar, tercermin dari struktur simpanan masyarakat di bank umum. (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA – Jurang ketimpangan ekonomi di Indonesia semakin melebar, tercermin dari struktur simpanan masyarakat di bank umum. Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan bahwa kelompok nasabah dengan saldo di atas Rp5 miliar kini menguasai lebih dari separuh total simpanan pihak ketiga (DPK) nasional.

Hingga akhir Januari 2026, total simpanan di bank umum tercatat mencapai Rp10.115,93 triliun, dengan simpanan kategori tertinggi (di atas Rp5 miliar) sebesar Rp5.786,83 triliun.

"Kelompok nominal tertinggi, yaitu rekening dengan saldo lebih dari Rp5 miliar, mencapai Rp5.786,83 triliun. Porsinya merupakan 57,69 persen atau lebih dari separuh total Simpanan Pihak Ketiga," ungkap Ekonom Bright Institute, Awalil Rizky, Sabtu (28/3/2026).

Ketimpangan ini terlihat sangat mencolok saat membandingkan jumlah rekening. Nasabah di kategori atas (tier tujuh) hanya memiliki sekitar 153,24 ribu rekening atau 0,02 persen dari total 671,40 juta rekening. Namun, rata-rata saldo per rekening di kelompok ini mencapai Rp37,76 miliar.

Sebaliknya, kelompok bawah dengan saldo di bawah Rp100 juta mendominasi jumlah rekening hingga 98,91 persen (664,08 juta rekening). Ironisnya, total nilai simpanan mereka hanya Rp1.116,31 triliun atau 11,13 persen dari total DPK, dengan rata-rata saldo per rekening hanya Rp1,68 juta.

Dalam rentang waktu enam tahun (Januari 2020 hingga Januari 2026), simpanan kelas atas tumbuh pesat hingga 91,93 persen. Sementara itu, kelas menengah hanya tumbuh 34,22 persen, dan kelas bawah tumbuh paling lambat, yakni 29,83 persen.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya