4 Fakta dan Janji Friderica Widyasari Usai Dilantik Jadi Ketua OJK

Feby Novalius, Jurnalis
Minggu 29 Maret 2026 07:03 WIB
Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terpilih periode 2026–2031 resmi dilantik oleh Ketua Mahkamah Agung (MA). (Foto: Okezone.com/IMG)
Share :

JAKARTA – Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terpilih periode 2026–2031 resmi dilantik oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto, Rabu (25/3/2026). Friderica Widyasari Dewi resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK, menggantikan Mahendra Siregar yang mengundurkan diri pada akhir Januari lalu.

Berikut para pejabat yang mengisi pos-pos strategis di OJK, termasuk perwakilan ex-officio dari Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia:

Ketua Dewan Komisioner: Friderica Widyasari Dewi

Wakil Ketua Dewan Komisioner: Hernawan Bekti Sasongko

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon: Hasan Fawzi

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen: Dicky Kartikoyono

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, 
Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto: Adi Budiarso

Anggota Dewan Komisioner Ex-officio Kemenkeu: Thomas A.M. Djiwandono

Anggota Dewan Komisioner Ex-officio Bank Indonesia: Juda Agung

Berikut Okezone rangkum fakta-fakta menarik terkait janji Friderica Widyasari usai resmi dilantik sebagai Ketua OJK, Minggu (27/3/2026):

1. Siap Pulihkan Kepercayaan Pasar Modal

Friderica Widyasari Dewi memaparkan lima agenda prioritas strategis. Salah satu tantangan utama yang dihadapi jajaran baru adalah mengembalikan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia, yang sempat terguncang akibat pengumuman indeks MSCI beberapa waktu lalu.

"Kemudian yang berikutnya adalah memulihkan kepercayaan publik. Terima kasih teman-teman media yang selalu mendampingi kita waktu saya dan Pak Hasan di saat-saat kritis pasar modal Indonesia. Tapi itu tetap menjadi agenda prioritas kita untuk menjaga dan memulihkan kepercayaan publik, terutama dari sisi pasar modal dan sektor lain," jelas Friderica.

2. Janji “Bu Kiki”

Friderica menekankan pentingnya pengawasan terintegrasi untuk menghadapi fenomena konglomerasi keuangan dan produk hibrida. OJK juga akan mendorong pendalaman pasar agar kontribusi sektor keuangan terhadap ekonomi nasional tidak hanya bertumpu pada perbankan.

"Kita akan terus melakukan pendalaman pasar. Ini penting, apalagi kalau kita ingin sektor keuangan lain juga terus tumbuh menjadi engine pertumbuhan ekonomi, tidak hanya mengandalkan perbankan," ujarnya.

OJK berkomitmen untuk tetap menegakkan perlindungan masyarakat. Penegakan hukum akan digalakkan untuk menyelesaikan kasus di sektor keuangan melalui sinergi dengan lembaga terkait.

 

3. Bereskan Kompleksitas Industri Keuangan

Usai pelantikan, para petinggi OJK menuju kantor pusat untuk agenda strategis internal. Friderica menyebut penguatan pengawasan serta perizinan terintegrasi menjadi perhatian serius guna merespons kompleksitas industri keuangan.

"Kalau kita lihat ke belakang, OJK dibentuk karena muncul konglomerasi keuangan dan produk-produk hibrida. Pengawasan dan perizinan terintegrasi menjadi program prioritas kita," ujar Friderica.

Agenda rapat perdana juga mencakup pendalaman pasar, perlindungan konsumen, dan penegakan hukum.

4. Optimisme Sambut Pimpinan Baru OJK

Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Santoso Liem, menyampaikan optimisme terhadap jajaran Dewan Komisioner OJK yang baru. Friderica didampingi anggota lainnya dalam menjalankan amanah.

"Saya percaya mereka adalah figur pilihan yang bisa memberikan kebijakan lebih baik untuk Indonesia. Dinamika akan makin ketat, tapi ini akan baik bagi negara," kata Santoso.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya