JAKARTA - Capital A Berhad resmi mengalihkan fokus bisnisnya ke sektor non-penerbangan setelah melepas unit maskapai kepada AirAsia X Berhad pada Januari 2026. Langkah ini menandai perubahan arah strategis perusahaan dari operator maskapai menjadi pengembang ekosistem layanan berbasis teknologi.
Pasca divestasi tersebut, Capital A kini mengandalkan sejumlah lini usaha utama sebagai mesin pertumbuhan baru. Di antaranya adalah Asia Digital Engineering yang bergerak di bidang maintenance, repair and overhaul (MRO), Teleport untuk logistik, AirAsia MOVE sebagai platform mobilitas dan perjalanan, AirAsia Next yang mengelola brand dan intellectual property, serta Santan di sektor makanan dan minuman.
CEO Capital A Tony Fernandes menyatakan, transformasi ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk membangun model bisnis yang lebih berkelanjutan dan terdiversifikasi. Menurutnya, potensi pertumbuhan ke depan tidak lagi hanya bertumpu pada industri penerbangan, melainkan pada integrasi berbagai layanan dalam satu ekosistem.
"Setelah restrukturisasi ini, kami ingin melaju lebih cepat di seluruh lini bisnis. Fokus kami adalah memperkuat inovasi digital dan memastikan setiap unit usaha dapat menciptakan nilai yang saling terhubung," ujar Tony dalam konferensi pers di secara virtual, Senin (30/3/2026).
Untuk memperkuat arah baru tersebut, Capital A juga menunjuk Effendy Shahul Hamid sebagai Deputy Chief Executive Officer (CEO) yang akan efektif menjabat mulai 6 April 2026. Kehadiran Effendy diharapkan dapat memperkuat pengambilan keputusan strategis sekaligus memastikan eksekusi bisnis berjalan konsisten di seluruh entitas.