Meski menawarkan gaji yang kompetitif dan peluang karier yang menjanjikan di industri maritim, profesi ini juga memiliki tantangan. Nahkoda harus siap bekerja dalam durasi panjang, jauh dari keluarga, serta menghadapi risiko tinggi, terutama karena kapal tanker kerap mengangkut muatan berbahaya seperti minyak dan bahan kimia.
Untuk menjadi nahkoda kapal tanker, seseorang harus menempuh pendidikan di bidang pelayaran. Umumnya, calon nahkoda memulai dari pendidikan kejuruan, kemudian melanjutkan ke sekolah tinggi kelautan.
Selama pendidikan, mereka mempelajari pengoperasian kapal, manajemen kargo, hingga manajemen pelayaran. Program sarjana di bidang ini biasanya ditempuh selama empat tahun, sementara program diploma dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua tahun.
Profesi ini menuntut kompetensi tinggi, tetapi juga menawarkan peluang besar bagi mereka yang ingin berkarier di sektor maritim.
(Feby Novalius)