Laju belanja yang lebih cepat dibandingkan pendapatan menyebabkan defisit APBN melebar ke angka Rp240,1 triliun, atau setara dengan 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Dengan demikian, defisit APBN mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB. Jadi ketika ada defisit Bapak-Bapak Ibu-Ibu jangan kaget, memang anggaran kita didesain defisit," ungkap Purbaya.
Selain itu, defisit keseimbangan primer dilaporkan berada pada level Rp95,8 triliun.
Guna menutup selisih anggaran tersebut, pemerintah telah merealisasikan pembiayaan sebesar Rp257,4 triliun. Jumlah ini mencakup 37,3 persen dari total target pembiayaan yang ditetapkan dalam APBN 2026.
(Taufik Fajar)