Sementara itu, Kepala BPJT mengatakan sejumlah proyek jalan tol masih menunjukkan indikasi ketertarikan investor. Beberapa di antaranya bahkan telah memasuki tahap pengajuan prakarsa maupun persiapan tender.
"Kalau dilihat sekarang, tol Puncak masih ada yang mengajukan prakarsa. Kemudian ruas Sentul–Karawang juga dalam waktu dekat akan ditenderkan. Kita akan lihat nanti peminatnya seperti apa," ujarnya.
Selain itu, sejumlah proyek strategis lain seperti ruas Cilacap, Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci), hingga Gilimanuk–Mengwi juga masih dalam tahap penyiapan dan tetap menarik perhatian pasar.
Meski demikian, Wilan mengakui investor saat ini tidak lagi mengambil keputusan secara agresif. Mereka cenderung melakukan kalkulasi lebih dalam, terutama terkait pembagian risiko antara pemerintah dan badan usaha. Apa saja risiko yang bisa ditanggung pemerintah, dan mana yang menjadi tanggungan badan usaha.
"Dari informasi yang kami dapat, peminat masih cukup banyak. Tapi memang mereka melihat dulu, kira-kira risiko apa yang bisa di-cover oleh pemerintah," jelasnya.
Menurutnya, dalam investasi infrastruktur, pertimbangan utama investor tetap pada aspek keekonomian proyek. Selama kebijakan yang ditetapkan pemerintah mendukung dan proyeksi return dinilai menarik, minat investasi diyakini akan tetap terjaga.
“Investor itu pada dasarnya melihat return. Kalau policy-nya pas, kemudian mereka hitung return-nya oke, harusnya mereka ikut,” kata Wilan.
(Dani Jumadil Akhir)