Para investor perlu mencermati kinerja BBCA kuartal I-2026 yang akan segera dirilis ke publik. Dengan tren efisiensi dan penyaluran kredit yang terus melesat, laporan bulan April ini diprediksi akan kembali memamerkan angka laba jumbo yang menyilaukan mata pasar. Ketika laporan resmi itu keluar, institusi besar dan manajer investasi raksasa akan berebut masuk kembali. Jika Anda baru mau membeli saat berita bagus itu menyebar di publik, maka akan terlambat. Anda akan terpaksa membeli di harga pucuk.
"Orang bijak mengumpulkan emas saat harganya sedang jatuh ke lumpur, bukan saat semua orang sedang antre membelinya di toko," katanya.
Sementara itu, pada hari ini BCA membagikan dividen tunai sebesar Rp336,00 per saham atau secara total Rp41,3 triliun dari laba bersih tahun buku 2025. Usai ada aksi korporasi ini, saham BBCA pada sesi pertama perdagangan tercatat naik ke level Rp6.800 atau menguat 4,62% secara harian.
(Dani Jumadil Akhir)