"Ini bukan suatu pekerjaan yang mudah bagi kami untuk membuat Ancol ini tetap relevan di kemudian hari. Kenapa? Karena secara fundamental behavior pengunjung sudah berubah," ucapnya.
Saat ini, urai Syahmudrian, perilaku pengunjung telah berubah signifikan. Masyarakat tidak lagi sekadar datang untuk rekreasi, tetapi mencari koneksi, pengalaman, dan nilai yang dirasakan bersama keluarga.
Untuk mendukung transformasi tersebut, lanjut dia, Ancol telah menyiapkan empat strategi utama. Pertama, menggeser fokus dari sekadar jumlah kunjungan menjadi penciptaan value bagi pengunjung.
Kedua, mengoptimalkan aset dan ekosistem kawasan seluas 533 hektare yang masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Ketiga, memperkuat pengambilan keputusan berbasis data.
“Ke depan, setiap event dan program akan kami desain berdasarkan data, mulai dari tren pengunjung hingga proyeksi ke depan,” imbuhnya.