Keempat, tambah dia, pihaknya akan membuka peluang kerja sama strategis dengan mitra lokal maupun global untuk meningkatkan daya saing Ancol di tingkat internasional.
Selain itu, perusahaan juga memperkuat fondasi internal melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan budaya kerja berbasis pelayanan (service purpose), serta disiplin dalam mengeksekusi setiap rencana.
“Dengan strategi ini, kami ingin memastikan Ancol tidak hanya relevan hari ini, tetapi juga menjadi destinasi unggulan dalam 50 hingga 100 tahun ke depan," cetusnya.
Sementara dari sisi kinerja, Ancol mencatat pendapatan sekitar Rp1,2 triliun pada 2025 dengan laba sekitar Rp100 miliar. Meski sempat mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, manajemen optimistis transformasi yang dilakukan akan mendorong peningkatan kinerja hingga Rp1,4 triliun pada periode berikutnya.
“Ini bukan pekerjaan mudah, tapi kami ingin memastikan Ancol tetap relevan hingga 50 tahun ke depan," pungkasnya.
(Feby Novalius)