JAKARTA - Pemerintah menyalurkan hibah perkebunan senilai Rp9,95 triliun sebagai upaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk tanaman perkebunan hingga pupuk organik.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjelaskan, program ini merupakan bagian dari target besar pemerintah dalam periode 2025 hingga 2027. Dalam penyaluran hibah turut hadir 170 bupati dari seluruh Indonesia.
"Ada bantuan Bapak Presiden langsung, nilainya untuk tanaman itu gratis. Hibah totalnya Rp9,95 triliun dalam bentuk tanaman dengan olah, pupuk organik diberikan secara gratis," kata Mentan dalam konferensi pers, Senin (20/4/2026).
Mentan menambahkan, hibah tersebut difokuskan pada pengembangan komoditas strategis perkebunan dengan jenis tanaman yang diberikan meliputi tebu, kopi, kakao, mete, pala, dan kelapa, disertai dengan dukungan pupuk organik.
"Jadi ini target kita adalah 870 ribu hektare seluruh Indonesia," tambah Mentan.
Selain sektor perkebunan, pemerintah juga mengalokasikan anggaran tambahan untuk penguatan infrastruktur pertanian, khususnya irigasi. Program tersebut mencakup pencetakan sawah baru serta pengembangan sistem irigasi melalui pompanisasi.
"Kemudian hari ini kami umumkan untuk irigasi, yaitu oplah irigasi cetak sawah. Ada 30 ribu cetak sawah tambahan kita bagi. Kemudian irigasi-irigasi pompanisasi dan seterusnya, 1,5 juta hektare seluruh Indonesia," ujarnya.
Dia menambahkan, total anggaran yang digelontorkan untuk sektor irigasi mencapai lebih dari Rp3 triliun. Secara keseluruhan, dukungan anggaran yang disiapkan pemerintah untuk program ini mencapai sekitar Rp12 triliun.
"Kami dorong anggaran kita untuk hari ini untuk irigasi Rp3 triliun lebih. Jadi ada Rp12 triliun kita bagi dan mudah-mudahan ini semua tepat waktu seperti sebelumnya," ujarnya.
Mentan berharap, berbagai program tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan nasional dalam jangka panjang.
"Yang terpenting adalah peningkatan kesejahteraan petani Indonesia," pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)