Dengan meniadakan pembagian dividen, BTN dapat menghindari beban bunga yang muncul jika harus mencari pendanaan eksternal.
“Jadi akhirnya disepakati, kita tidak membayarkan dividen atau dividend payout-nya 0% di tahun ini, karena memang modalnya dibutuhkan untuk pembelian portofolio tadi. Dengan begitu kita tidak perlu lagi menerbitkan surat utang,” tambah Nixon.
Sepanjang tahun 2026, BTN membidik pertumbuhan kredit di kisaran 8–10 persen dengan tetap mengandalkan sektor perumahan sebagai tulang punggung bisnis. Perseroan juga terus memperluas ekosistem perumahan, termasuk kolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk pengembangan hunian berbasis kawasan transit (TOD).
Selain strategi keuangan, RUPST BTN juga menetapkan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Salah satu perubahan signifikan adalah penunjukan Endra Gunawan sebagai Wakil Komisaris Utama, menggantikan Dwi Ary Purnomo yang telah mendapat penugasan baru di entitas lain.
Berikut adalah susunan lengkap pengurus BTN hasil RUPST 23 April 2026:
Susunan Dewan Komisaris
* Komisaris Utama: Suryo Utomo
* Wakil Komisaris Utama: Endra Gunawan
* Komisaris: Fahri Hamzah
* Komisaris: Didyk Choiroel
* Komisaris Independen: Ida Nuryanti
* Komisaris Independen: Pietra Machreza Paloh
* Komisaris Independen: Panangian Simanungkalit
Susunan Direksi
* Direktur Utama: Nixon L.P. Napitupulu
* Wakil Direktur Utama: Oni Febriarto Rahardjo
* Direktur Finance & Strategy: Nofry Rony Poetra
* Direktur Consumer Banking: Hirwandi Gafar
* Direktur Risk Management: Setiyo Wibowo
* Direktur Operations: I Nyoman Sugiri Yasa
* Direktur Network & Retail Funding: Rully Setiawan
* Direktur Commercial Banking: Hermita
* Direktur Human Capital & Compliance: Eko Waluyo
* Direktur Information Technology: Tan Jacky Chen
* Direktur Treasury & International Banking: Venda Yuniarti
* Direktur Corporate Banking: Helmy Afrisa Nugroho
(Taufik Fajar)