"Kami optimistis menjaga kinerja BCA tetap solid di tengah kondisi global yang dinamis melalui pengembangan berbagai lini bisnis secara pruden,” lanjut Hendra.
Dari sisi kualitas aset, BCA menjaga rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di level 1,8% dan loan at risk (LAR) sebesar 5,1%. Rasio pencadangan juga berada pada level kuat, masing-masing 174,6% untuk NPL dan 69,7% untuk LAR.
Sementara itu, total DPK BCA mencapai Rp1.292,4 triliun atau tumbuh 8,3% YoY. Kenaikan tersebut sejalan dengan penguatan layanan perbankan transaksi melalui pengembangan kanal digital dan non-digital.
(Taufik Fajar)