Rosan mengungkapkan lima subsektor unggulan secara gabungan didominasi oleh Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya senilai Rp69,4 triliun (13,9 persen), diikuti Jasa Lainnya Rp 64,2 triliun (12,9 persen), Pertambangan Rp51,9 triliun (10,4 persen), Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran Rp48,0 triliun (9,6 persen), serta Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi Rp45,4 triliun (9,1 persen).
Secara gabungan (PMA dan PMDN), lima provinsi dengan realisasi investasi tertinggi adalah Jakarta di posisi pertama dengan Rp78,7 triliun (15,8 persen), disusul Jawa Barat dengan Rp76,8 triliun (15,4 persen), Banten Rp34,4 triliun (6,9 persen), Jawa Timur Rp32,6 triliun (6,5 persen), dan Sulawesi Tengah Rp32,1 triliun (6,4 persen).
"Kontribusi investasi dalam pertumbuhan ekonom kita bisa sekitar 20 persen, dan kami melihat ini meningkat kembali untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," pungkas Rosan.
(Dani Jumadil Akhir)