Mayoritas UMKM Belum Punya Kekayaan Intelektual, Ini Manfaat dan Keuntungannya

Feby Novalius, Jurnalis
Kamis 23 April 2026 13:03 WIB
Pengusaha perempuan di Indonesia diingatkan soal kekayaan intelektual (KI) dan pemasaran digital. (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA - Pengusaha perempuan di Indonesia diingatkan soal kekayaan intelektual (KI) dan pemasaran digital. Pasalnya, dari total 64 juta UMKM di Indonesia, 88,95% belum memiliki KI dan 68% belum memanfaatkan ruang digital. Sementara itu, 64,5% dari total pelaku UMKM merupakan perempuan.

Menurut Kasubdit Permohonan dan Pelayanan Merek dan Indikasi Geografis, DJKI Kementerian Hukum RI, Ranie Utami Ronie, pemegang KI kini lebih mudah mengakses pembiayaan. Saat ini terdapat skema KUR berbasis KI yang memungkinkan merek terdaftar dan hak cipta tercatat dinilai oleh Penilai KI pada Kementerian Ekonomi Kreatif sebagai agunan tambahan. Skema ini menyasar 17 subsektor ekonomi kreatif (ekraf) dengan batas pinjaman mencapai Rp500 juta.

"Ini diharapkan membantu mengatasi kendala agunan fisik yang kerap menghambat akses kredit. Kami mendukung upaya Tokopedia dan TikTok Shop dalam membantu lebih banyak UMKM memahami pentingnya KI," ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan bahwa perempuan pelaku usaha memiliki peran besar bagi ekonomi nasional. Karena itu, penguatan kapasitas UMKM melalui digitalisasi serta perlindungan KI atas produk yang dihasilkan menjadi penting agar semakin banyak UMKM perempuan naik kelas dan berdaya saing.

"Kami menyambut baik kolaborasi dengan Tokopedia dan TikTok Shop dalam menghadirkan program serta fasilitasi seperti klinik konsultasi yang relevan bagi kebutuhan perempuan pelaku usaha serta mendorong transformasi digital UMKM secara inklusif," ujarnya.

Di sisi lain, Senior Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, Vonny Ernita Susamto, menjelaskan bahwa kepemilikan KI dan kemampuan membuat konten semakin krusial bagi perempuan pelaku usaha di era digital. Keduanya dinilai dapat mendukung keberlanjutan bisnis dan meningkatkan kesejahteraan.

Kepemilikan KI memungkinkan penjual bergabung dalam ekosistem Mall di Tokopedia dan TikTok Shop dengan visibilitas lebih tinggi, dukungan promosi, dan akses pemasaran khusus. Sejumlah penjual tercatat mengalami kenaikan transaksi lebih dari 15 kali lipat setelah bergabung dengan Mall.

Di sisi lain, konten, baik video pendek maupun sesi LIVE, berperan semakin signifikan dalam mendorong keputusan pembelian. Sesi LIVE selama sahur Ramadhan 2026 tercatat memicu lonjakan transaksi hingga 15 kali lipat.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya