Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi dasar pemerintah untuk terus mencari sumber pasokan minyak mentah, baik dari Rusia maupun negara lain, dengan mempertimbangkan harga yang kompetitif.
“Jadi semuanya kita ambil, mana yang menguntungkan untuk negara kita, harus kita lakukan,” kata Bahlil di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/4).
Bahlil menambahkan, Indonesia masih membutuhkan impor BBM sekitar 1 juta barel per hari untuk menutup kesenjangan antara produksi dan konsumsi.
“Saya bertemu dengan utusan khusus Presiden Putin, dan kabarnya cukup menggembirakan bahwa kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia. Pihak Rusia juga siap membangun beberapa infrastruktur untuk meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional,” kata Bahlil.
(Feby Novalius)