Baru 27 Persen Pekerja RI Punya Keterampilan Digital, Jauh di Bawah Standar Global 

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Minggu 26 April 2026 12:00 WIB
Baru 27 Persen Pekerja RI Punya Keterampilan Digital, Jauh di Bawah Standar Global  (Foto: Freepik)
Share :

Pertama, technical skills readiness. Menaker menjelaskan, lulusan  perguruan tinggi perlu menyiapkan penguasaan keterampilan teknis yang relevan  dengan industri masa depan, seperti keterampilan digital tingkat lanjut (advanced  digital skills) dan keterampilan ekonomi hijau (green jobs). Dia mengingatkan bahwa kemampuan sekadar menggunakan media sosial bukanlah keterampilan digital yang dicari industri.

Kedua, human skills readiness. Di tengah masifnya penggunaan AI, Menaker menegaskan bahwa human skills seperti berpikir kritis, empati, kepemimpinan, dan kreativitas tetap menjadi pembeda utama.

"AI tidak akan bekerja optimal tanpa sentuhan manusia. Human skills membuat pengguna memahami konteks, batasan, dan risiko AI," tambahnya.

Ketiga, market entry readiness. Menaker menyebut kesiapan ini berkaitan dengan kemampuan lulusan untuk memahami dinamika industri. Oleh karenanya, dia mendorong wisudawan untuk memiliki portofolio yang kuat, pengalaman magang, dan sertifikasi kompetensi sebagai bukti konkret kapabilitas mereka di mata perusahaan.

"Saat ini yang dicari industri adalah skills, not school. Kami  melihat peningkatan empat kali lipat jumlah lowongan kerja yang lebih  mementingkan kompetensi nyata dibanding sekadar gelar administratif dalam satu dekade terakhir," pungkasnya.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya