Ini Penyebab Lesunya IPO di BEI

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Senin 27 April 2026 16:34 WIB
Perlambatan pencatatan perusahaan publik atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra)
Share :

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kondisi ketidakpastian global berdampak pada perlambatan pencatatan perusahaan publik atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia berharap pasar modal dapat menjadi alternatif bagi perusahaan dalam mencari pendanaan untuk melakukan ekspansi usaha.

Pada akhirnya, ekspansi tersebut diharapkan dapat berujung pada penyerapan tenaga kerja yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami berharap pasar modal bisa menjadi alternatif pencarian dana dalam bentuk IPO. Saat ini, dengan ketidakpastian global, aktivitas IPO juga cukup tertekan,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (27/4/2026).

Pada kesempatan itu, Airlangga juga mengatakan bahwa di tengah ketidakpastian global, pasar domestik menjadi salah satu bantalan bagi perekonomian nasional. Ia berharap investor domestik mampu menopang gejolak indeks saat dana asing keluar dari pasar.

“Tentu kemampuan domestic market ini menjadi shock absorber yang baik. Kami berharap dengan reformasi pasar modal, integritas meningkat, dan pasar modal benar-benar menjadi mesin investasi berskala besar,” tambahnya.

Sebagai informasi, pada kuartal I 2026 tidak ada perusahaan yang melakukan IPO. Kondisi ini berbanding terbalik dengan kuartal I 2025. Mengutip laman idx.co.id, terdapat delapan perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia pada kuartal I 2025, antara lain YOII yang IPO pada 8 Januari 2025, serta KSIX, HGII, dan BRRC yang melantai pada 9 Januari 2025.

Kemudian pada 13 Januari, OBAT, CBDK, dan DGWG resmi tercatat di bursa. Selanjutnya pada Maret, IPO berlanjut untuk emiten KAQI, MINE, dan YUPI.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya