JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan hingga pertengahan April, otoritas bursa melaporkan belasan perusahaan tengah bersiap melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO).
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan bahwa saat ini otoritas bursa tengah memproses permohonan dari berbagai skala perusahaan untuk melantai di pasar modal.
“Hingga saat ini, terdapat 16 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Nyoman dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026).
Sepanjang tahun 2026 berjalan, BEI sendiri telah mencatatkan satu perusahaan yang resmi melantai di bursa dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp0,30 triliun.
Berdasarkan klasifikasi aset merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, antrean IPO kali ini didominasi oleh perusahaan-perusahaan besar. Sebanyak 11 perusahaan masuk dalam kategori aset skala besar (di atas Rp250 miliar), sementara 5 perusahaan lainnya merupakan aset skala menengah (Rp50 miliar hingga Rp250 miliar).
Dari sisi sektoral, sektor kesehatan (healthcare) menjadi yang paling aktif dengan jumlah 4 perusahaan. Diikuti oleh sektor konsumen primer (non-cyclicals) dan konsumen non-primer (cyclicals) yang masing-masing menyumbang 3 perusahaan.