Emiten Otomotif (MPMX) Cetak Laba Bersih Rp173 Miliar di Kuartal I-2026

Feby Novalius, Jurnalis
Kamis 30 April 2026 19:52 WIB
PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) membukukan laba bersih Rp173 miliar. (Foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

JAKARTA - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) membukukan laba bersih Rp173 miliar atau tumbuh 8% secara tahunan (year-on-year/YoY), dengan margin laba bersih meningkat menjadi 4,3% dari 3,8% pada tiga bulan pertama tahun sebelumnya.

Perusahaan grup otomotif ini juga mencatat pendapatan bersih sebesar Rp4,0 triliun, atau menurun 4% secara tahunan (YoY), mencerminkan penyesuaian pada beberapa lini usaha.

Meskipun demikian, perseroan berhasil menjaga kinerja profitabilitas, dengan laba kotor meningkat 3% YoY menjadi Rp365 miliar dan margin laba kotor membaik menjadi 9,1% dari 8,5% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba usaha meningkat 6% YoY menjadi Rp193 miliar, dengan margin laba usaha naik menjadi 4,8% dari 4,3%, mencerminkan peningkatan efisiensi operasional.

“Tantangan dari perlambatan ekonomi masih terasa di sektor otomotif hingga kuartal I tahun ini. Meski demikian, fokus perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas berhasil mendorong efisiensi operasional, memperkuat profitabilitas, serta menerapkan disiplin dalam pengelolaan risiko, khususnya pada segmen pembiayaan,” ujar Group CFO MPMX, Beatrice Kartika, Kamis (30/4/2026).

Secara segmentasi, kinerja perseroan menunjukkan dinamika yang beragam dengan fokus pada penguatan kualitas pendapatan dan efisiensi. Pada segmen distribusi dan ritel kendaraan roda dua, MPMulia mencatat kinerja operasional yang beragam, dengan penurunan penjualan sepeda motor pada bisnis distribusi yang sebagian diimbangi oleh pertumbuhan di bisnis ritel serta kestabilan pendapatan purna jual.

Bisnis distribusi mencatat penurunan pendapatan penjualan sepeda motor sebesar 5% YoY, sementara pendapatan purna jual meningkat 4% YoY. Pada bisnis ritel, pendapatan penjualan meningkat 3% YoY, meskipun pendapatan purna jual mengalami penurunan tipis sebesar 2% YoY. Sebagai hasilnya, pendapatan bersih segmen ini menurun 3% YoY menjadi Rp3.797 miliar.

Namun demikian, laba kotor meningkat 2% YoY menjadi Rp321 miliar, dengan margin yang membaik menjadi 8,5% dari 8,0%, mencerminkan pengelolaan biaya yang lebih optimal serta kontribusi yang lebih baik dari lini bisnis ritel dan purna jual.

Pada segmen asuransi, MPMInsurance mencatat penurunan pendapatan sebesar 17% YoY menjadi Rp204 miliar, terutama dipengaruhi oleh penurunan kontribusi pada lini kendaraan bermotor dan properti. Namun, kinerja operasional menunjukkan perbaikan, tercermin dari penurunan biaya pendapatan sebesar 22% YoY yang mendorong peningkatan hasil layanan asuransi sebesar 10% YoY menjadi Rp44 miliar.

Selain itu, hasil investasi meningkat 34% YoY menjadi Rp12 miliar, didukung oleh peningkatan pendapatan lainnya. Di segmen penyewaan kendaraan, MPMRent mencatat aktivitas operasional yang lebih moderat, dengan pendapatan menurun 4% YoY menjadi Rp368 miliar.

Meskipun demikian, laba kotor meningkat 9% YoY menjadi Rp83 miliar, dengan margin laba kotor yang membaik signifikan menjadi 22,6% dari 19,9% pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini didorong oleh penurunan harga pokok penjualan, peningkatan profitabilitas pada bisnis penyewaan kendaraan, serta kontribusi yang lebih kuat dari penjualan mobil bekas.

Sementara itu, pada segmen pembiayaan, JACCS MPMFinance Indonesia mencatat penurunan pendapatan sebesar 43% YoY sejalan dengan strategi perseroan yang lebih selektif dan berfokus pada kualitas aset.

Langkah ini diikuti dengan penurunan beban operasional sebesar 40% YoY menjadi Rp160 miliar, serta penurunan beban provisi dan biaya terkait aset, sehingga rugi bersih berhasil ditekan 23% YoY menjadi Rp38 miliar.

“Kami optimistis MPMX dapat terus menjaga ketahanan kinerja secara berkelanjutan,” ujar Beatrice Kartika.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya