JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto mengeluarkan sejumlah instruksi khusus usai insiden tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur. Langkah tersebut mencakup percepatan pembangunan infrastruktur keselamatan hingga perbaikan perlintasan sebidang untuk mencegah kecelakaan serupa terulang.
Selain memastikan penanganan korban berjalan optimal, pemerintah juga menyiapkan langkah jangka panjang berupa pembangunan flyover dan peningkatan sistem keselamatan di sejumlah titik perlintasan kereta api.
Presiden menyetujui pembangunan flyover di dekat Stasiun Bekasi Timur guna mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan padat. Proyek ini akan didanai oleh pemerintah pusat melalui bantuan presiden.
“Pemerintah daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover... jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover,” kata Prabowo.
Prabowo menyoroti masih banyaknya perlintasan sebidang di Pulau Jawa yang dinilai berisiko tinggi terhadap kecelakaan.
“Di Jawa ada 1.800 titik yang juga lintasan seperti ini,” ujarnya.
Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk membenahi perlintasan kereta, baik melalui pembangunan flyover maupun penambahan pos penjagaan.
“Sekitar hampir Rp4 triliun demi keselamatan,” kata Prabowo.
Presiden memastikan seluruh korban kecelakaan mendapatkan penanganan medis serta kompensasi dari pemerintah.
“Pokoknya semuanya diurus. Nanti semuanya ada kompensasinya,” ujarnya.
Selain penanganan korban, Prabowo juga memerintahkan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Insiden bermula dari taksi yang tertabrak KRL di perlintasan Bulak Kapal hingga menyebabkan KRL berhenti. KA Argo Bromo Anggrek yang berada di belakang tidak dapat menghindar dan menabrak rangkaian tersebut.
(Feby Novalius)