Kombinasi berbagai faktor tersebut serta efek basis rendah dari pertumbuhan PDB di kuartal I-2025 membuat pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 diperkirakan akan tumbuh cukup tinggi. Namun, secara jangka menengah, prospek perekonomian nasional dinilai membutuhkan kehati-hatian.
Secara tahun penuh, LPEM UI memperkirakan perekonomian nasional akan mencetak pertumbuhan sebesar 5,15 persen (yoy) dengan kisaran estimasi 5,1 persen hingga 5,2 persen.
Akan tetapi, LPEM UI menyoroti kinerja perekonomian nasional masih akan dipengaruhi oleh tekanan konflik Timur Tengah.
Pemerintah direkomendasikan untuk merealokasi belanja ke pos yang lebih produktif dan bisa mendorong iklim usaha dan investasi, mendorong sektor keuangan untuk mempertahankan ekspansi kredit tanpa memberikan tekanan terhadap kualitas aset, serta menjaga daya beli masyarakat secara berkelanjutan di tengah tekanan harga energi.
“Tanpa perbaikan yang berarti pada aspek-aspek tersebut, pertumbuhan berisiko untuk tetap bertahan di batas bawah kisaran 5 persen,” ujarnya.
(Dani Jumadil Akhir)