Airlangga menegaskan, berbagai stimulus pemerintah selama kuartal pertama juga berperan sebagai bantalan terhadap gejolak global. Di antaranya diskon tarif transportasi selama Idul Fitri yang mendorong peningkatan jumlah penumpang di berbagai moda.
"Salah satunya adalah diskon tarif transportasi di Idul Fitri, penumpang kereta api ekonomi naik sekitar 7,6 persen secara year-on-year, angkutan laut naik 2,56 persen year-on-year, angkutan penyeberangan naik 13,7 persen year-on-year," kata Airlangga.
Capaian positif juga berlaku untuk program KUR di kuartal pertama capaiannya adalah Rp96,18 triliun, naik 34,41 persen dari target. Kemudian kredit Alsintan Rp55,92 miliar, atau 23,19 persen dari target, kredit industri padat karya sebesar 82,93 persen atau 15% dari target, dan kredit program perumahan mencapai Rp14,92 triliun, 42,89% dari target.
Pemerintah, katanya, akan terus mengoptimalkan kebijakan fiskal untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi 2026 yang ditargetkan sebesar 5,4 persen. Beberapa langkah yang disiapkan antara lain penyaluran gaji ke-13 ASN sebesar Rp55 triliun, bantuan pangan bagi 33,2 juta keluarga penerima manfaat, serta subsidi dan kompensasi energi dalam APBN 2026 sebesar Rp356,8 triliun.
Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk revitalisasi pendidikan sebesar Rp13,4 triliun serta program perumahan, termasuk pembangunan 3 juta rumah melalui skema FLPP, bantuan stimulan perumahan swadaya dengan alokasi anggaran Rp37,1 triliun, bantuan stimulan perumahan swadaya sebesar Rp8,9 triliun, dan kredit program perumahan dengan plafon Rp34,8 triliun.
(Dani Jumadil Akhir)