Rupiah Kembali Menguat, Gubernur BI Ungkap Aksi All Out Intervensi di Pasar Dunia

Anggie Ariesta, Jurnalis
Kamis 07 Mei 2026 18:39 WIB
Rupiah Kembali Menguat, Gubernur BI Ungkap Aksi All Out Intervensi di Pasar Dunia (Foto: Okezone)
Share :

Perry menegaskan bahwa secara fundamental, nilai tukar Rupiah saat ini masih undervalue. Hal ini didasarkan pada indikator ekonomi nasional yang sangat kuat, seperti pertumbuhan ekonomi 5,61 persen, inflasi rendah di level 2,42 persen, surplus neraca perdagangan, serta pertumbuhan kredit yang tinggi.

Pelemahan yang terjadi saat ini lebih disebabkan oleh faktor eksternal seperti kenaikan harga minyak, tensi geopolitik Timur Tengah, serta suku bunga AS yang tinggi. Selain itu, terdapat faktor musiman domestik pada periode April-Mei.

“Kenapa Rupiah itu melemah? Nilai tukar negara lain juga melemah, yaitu faktor global. Nah kebetulan secara musiman, kalau lagi April sama Mei itu permintaan valasnya tinggi untuk apa? Untuk kita doakan seluruh masyarakat kita yang ibadah umrah dan haji, kita pastikan kebutuhan dolarnya terpenuhi. Juga korporasi banyak yang repatriasi dividen dan membayar utang luar negeri,” ujarnya.

Dengan demikian, Perry memastikan bahwa Bank Indonesia akan terus berkoordinasi erat dengan pemerintah dan KSSK, serta mendapat dukungan penuh dari Presiden untuk menjaga stabilitas Rupiah.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya