Rupiah Kembali Menguat, Gubernur BI Ungkap Aksi All Out Intervensi di Pasar Dunia

Anggie Ariesta, Jurnalis
Kamis 07 Mei 2026 18:39 WIB
Rupiah Kembali Menguat, Gubernur BI Ungkap Aksi All Out Intervensi di Pasar Dunia (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan bahwa bank sentral tidak tinggal diam melihat pelemahan nilai tukar Rupiah. Rupiah sempat melemah ke Rp17.400 per USD, kini kembali menguat ke Rp17.333 per USD.

Perry menyatakan bahwa BI telah menjalankan strategi all out dan bukan sekadar business as usual untuk menjaga stabilitas mata uang Garuda di tengah ketidakpastian global.

Perry menjelaskan bahwa salah satu langkah utama adalah intervensi besar-besaran menggunakan cadangan devisa. Meski posisi cadangan devisa bulan lalu tercatat turun menjadi USD148,2 miliar, angka tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan intervensi pasar.

"Tolong diingat, cadangan devisa itu dikumpulkan pada saat panen inflow besar. Makanya kita gunakan untuk pada saat paceklik, pada saat outflow jumlahnya besar. Dan intervensinya itu tidak hanya di dalam negeri, tidak hanya tunai, tapi domestic non-delivery forward (DNDF),” ujar Perry dalam konferensi pers KSSK, Kamis (7/5/2026).

Strategi intervensi yang dilakukan BI kini menjangkau pasar internasional secara around the world dan around the clock. BI melakukan intervensi di pusat-pusat keuangan dunia seperti Hong Kong, Singapura, London, hingga New York untuk memastikan pergerakan Rupiah tetap terkendali.

Selain intervensi langsung, BI juga menunjuk bank-bank domestik, baik Himbara maupun swasta, untuk aktif melakukan transaksi NDF di luar negeri melalui program pendalaman pasar uang.

Untuk mengompensasi aliran modal keluar (outflow) di pasar saham dan Surat Berharga Negara (SBN), BI mengandalkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Hingga saat ini, inflow dari SRBI tercatat mencapai Rp78,1 triliun secara year-to-date (ytd), yang secara efektif menambal outflow di pasar saham (Rp38,6 triliun) dan SBN (Rp11,7 triliun).

“Kalau rekan-rekan kita saham sama SBN outflow, masa SRBI juga harus outflow. Kan harus dikompensasi se-inflow kan. Nah secara total memang SRBI inflow-nya itu lebih gede dari net outflow-nya SBN year to date,” kata Perry.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya