JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) atau PGN selaku Subholding Gas Pertamina memperkuat perannya sebagai tulang punggung infrastruktur gas bumi nasional. Hal ini melalui melalui penguatan pasokan, pengembangan LNG dan ekspansi jaringan energi rendah emisi demi memastikan ketersediaan energi yang mandiri dan berkelanjutan di tengah dinamika energi global.
“Selama 61 tahun, PGN terus bertransformasi untuk memastikan gas bumi selalu hadir bagi masyarakat melalui diversifikasi pasokan, penguatan infrastruktur, inovasi layanan, dan komitmen terhadap implementasi aspek ESG,” ujar Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (14/5/2026).
Dalam setahun terakhir, PGN aktif mengamankan pasokan gas pipa maupun LNG domestik dari berbagai sumber seperti Tangguh dan Donggi Senoro, serta membuka potensi pasokan baru dari Blok Masela, Andaman, WK Tungkal, pengembangan Coalbed Methane (CBM) di Muara Enim, hingga biomethane sebagai bagian dari pengembangan energi masa depan.
Penguatan pasokan juga diwujudkan melalui berbagai perjanjian strategis, di antaranya penandatanganan beberapa Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dalam IPA Convex 2025, kerja sama swap gas West Natuna, hingga HOA LNG Blok Masela bersama INPEX Masela.
Pemanfaatan LNG untuk mendukung ketahanan pasokan juga semakin meningkat. PGN menerima tambahan pasokan LNG domestik, serta untuk pertama kalinya melaksanakan penerimaan kargo LNG melalui FSRU Jawa Barat. PGN juga telah menyelesaikan revitalisasi Tangki LNG Arun F-6004 berkapasitas 127.000 m³ yang siap beroperasi melayani pasar Asia Tenggara dan Asia Selatan seiring dengan pengembangan bisnis LNG Hub.
Dari sisi operasional, volume penyaluran gas bumi PGN mencapai 777 BBTUD, dengan volume transmisi gas mencapai 1.539 MMSCFD (per Triwulan I 2026). Pengelolaan penyaluran gas dilakukan secara optimal dengan fokus utama menjaga keberlanjutan operasional pelanggan di tengah tantangan dinamika ekonomi nasional maupun global.