Purbaya mengaku justru merasa terbantu karena beban berpidato di hadapan sidang paripurna DPR diambil alih oleh Presiden.
“Nggak ada. Kan bebas, nggak ada hukumnya kan? Saya pikir nggak ada undang-undangnya kan. Suka-suka, kebetulan Presiden mau ngomong ya nggak apa-apa. Saya sih senang, kenapa? Gue nggak ngomong hihihihi,” kelakar Purbaya sambil tertawa.
Secara substantif, Purbaya meluruskan bahwa keterlibatan langsung Presiden penting agar poin-poin visi-misi ekonomi jangka panjang pemerintah dapat tersampaikan secara utuh tanpa bias sektoral.
“Itu ada pesan-pesan penting di KEM-PPKF, di mana di dalam KEM-PPKF itu ada program-program unggulan Presiden. Jadi harus dia yang ngomong, bukan saya,” tegas Purbaya.
Langkah Presiden Prabowo ini disebut mendobrak tradisi penganggaran yang telah berlangsung selama puluhan tahun di Indonesia.