“268 triliun untuk sementara. Angkanya itu dulu. Tapi ada potensi perbaikan lebih lanjut, masih dihitung,” paparnya merujuk pada transkrip evaluasi anggaran.
Purbaya menegaskan bahwa langkah efisiensi ini sekaligus menjadi jawaban pemerintah atas berbagai masukan dan evaluasi dari publik serta para pengamat ekonomi. Pemerintah disebut terbuka terhadap ruang perbaikan mutu program tersebut.
“Jadi jangan nyalah-nyalahin MBG lagi. Kita sedang, Presiden sedang memperbaiki manajemen MBG dan cara mereka membelanjakan uang. Jadi bukan imun terhadap masukan,” kata Purbaya.
Kendati kebijakan pemangkasan anggaran lanjutan masih digodok, Kementerian Keuangan menjamin proses rasionalisasi biaya ini tidak akan mengorbankan kualitas konsumsi nutrisi maupun target jumlah anak sekolah yang menerima manfaat.
Fokus utama reformasi ini menyasar kebocoran operasional dan optimalisasi manajemen distribusi.