Akselerasi laju produk domestik bruto tersebut dirancang beriringan dengan indikator-indikator asumsi dasar ekonomi makro lainnya yang disesuaikan secara realistis.
Pemerintah memproyeksikan tingkat inflasi domestik dapat diredam pada jangkar 1,5 persen hingga 3,5 persen, sementara pergerakan nilai tukar Rupiah diestimasikan berada pada rentang Rp16.800 sampai Rp17.500 per Dolar AS.
Di sisi pasar obligasi, tingkat imbal hasil suku bunga SBN tenor 10 tahun diproyeksikan bergerak di angka 6,5 persen hingga 7,3 persen.
Terakhir, untuk sektor ketahanan energi, pemerintah mematok harga minyak mentah Indonesia (ICP) di kisaran USD70 sampai USD95 per barel, dengan target capaian lifting minyak bumi sebesar 602 ribu hingga 615 ribu barel per hari, serta lifting gas bumi di level 934 ribu hingga 977 ribu barel setara minyak per hari.
Berikut adalah rincian indikator asumsi makro RAPBN 2027 berdasarkan pemaparan resmi Prabowo:
Pertumbuhan Ekonomi (PE) 5,8 persen – 6,5 persen
Inflasi 1,5 persen – 3,5 persen
Nilai Tukar (Kurs) Rupiah Rp16.800 – Rp17.500 per Dolar AS
Suku Bunga SBN 10 Tahun 6,5 persen – 7,3 persen
Harga Minyak Mentah RI (ICP) USD70 – USD95 per barel
Lifting Minyak 602 ribu – 615 ribu barel per hari
Lifting Gas 934 ribu – 977 ribu barel setara minyak per hari
Pendapatan Negara 11,82 persen – 12,40 persen PDB
Belanja Negara 13,62 persen – 14,80 persen PDB
Defisit 1,80 persen – 2,40 persen PDB
(Taufik Fajar)