Lebih lanjut, Presiden meminta adanya revolusi mental dan pembalikan pola pikir (mindset) di dalam tubuh pemerintahan sipil saat ini.
Aparat penegak hukum dan pelayanan publik harus mampu melakukan mitigasi risiko serta proyeksi masa depan yang matang sejak awal, bukan sekadar bereaksi setelah masalah atau kebocoran terjadi.
"Kita harus jadi pemerintah yang didorong oleh engkek kumaha, bukan kumaha engkek," cetus Presiden Prabowo.
(Taufik Fajar)