AHY Soroti Blackout Sumatera, Penyebab Masih Diselidiki

Achmad Al Fiqri, Jurnalis
Sabtu 23 Mei 2026 14:40 WIB
Menko Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti gangguan sistem kelistrikan yang memicu blackout di sejumlah wilayah Sumatera. (Foto: Okezone.com/IMG)
Share :

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti gangguan sistem kelistrikan yang memicu blackout di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2026). Ia menyampaikan bahwa penyebab blackout masih dalam proses investigasi oleh pihak berwenang.

“Saya rasa sedang diinvestigasi ya, apa permasalahan utamanya,” ujar AHY saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2026).

AHY mengaku terus memantau perkembangan situasi di Sumatera. Ia mengatakan PT PLN (Persero) tengah melakukan pemeriksaan terkait penyebab gangguan tersebut.

“Oh ya begini, intinya kita sedang mengikuti juga ya. Tentu PLN ingin mengecek seperti apa yang terjadi sesungguhnya. Kita dengar memang ada blackout di beberapa wilayah di Sumatera,” katanya.

Terlepas dari itu, AHY mengingatkan bahwa pelayanan publik harus tetap tersedia bagi masyarakat.

“Dan sebetulnya ya kita harus memastikan pelayanan publik yang paling mendasar, di antaranya listrik ini, juga selalu tersedia,” pungkasnya.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) membeberkan indikasi awal penyebab gangguan sistem kelistrikan yang memicu blackout di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2026) malam. Gangguan diduga dipicu cuaca buruk yang menyebabkan transmisi 275 kiloVolt (kV) antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi terganggu.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menuturkan gangguan terjadi pada pukul 18.44 WIB dan langsung berdampak terhadap sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera. Menurutnya, ruas transmisi tersebut keluar dari sistem sehingga memicu gangguan berantai pada pembangkit listrik di berbagai wilayah.

“Sebagai indikasi awal, ada ruas transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi yang indikasi awalnya karena gangguan cuaca sehingga terjadi gangguan pada sistem transmisi tersebut dan sistem transmisi tersebut keluar dari sistem kelistrikan Sumatera,” ujar Darmawan dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Ia menambahkan, keluarnya transmisi dari sistem memicu shock pada pembangkit listrik. Di sejumlah daerah terjadi kelebihan pasokan karena beban hilang sehingga frekuensi dan tegangan naik, yang membuat pembangkit otomatis keluar dari sistem.

Sementara itu, di wilayah lain terjadi defisit daya sehingga frekuensi turun dan pembangkit juga ikut lepas dari sistem.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya