JAKARTA - PT Merck Tbk (Perseroan) memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) atas Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan tahun buku 2025 yang mencatat penjualan sebesar Rp1,2 triliun dan laba usaha sebanyak Rp320 miliar.
Perseroan juga memperoleh persetujuan untuk membagikan total dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp123,2 miliar atau Rp275 per unit saham.
Presiden Direktur PT Merck Tbk Evie Yulin mengatakan kinerja Perseroan pada tahun 2025 dan kuartal I 2026 menjadi bukti komitmen perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan melalui penguatan bisnis Healthcare, disiplin operasional, serta fokus untuk menghadirkan manfaat bagi lebih banyak masyarakat di Indonesia.
Di tengah dinamika industri yang terus berkembang, kami akan tetap berfokus untuk membangun bisnis yang adaptif, resilien, dan mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Perseroan berkomitmen untuk terus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan ekosistem kesehatan di Indonesia.
"Kinerja perseroan 2025 mencatat kinerja keuangan di tahun 2025 dengan pendapatan sebesar Rp1,2 triliun, naik sebanyak 16% dari Rp1,04 triliun pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini turut mendorong kenaikan pada laba usaha 2025 sebesar 66% dari Rp193 miliar menjadi Rp320 miliar dan laba tahun berjalan juga meningkat sebesar 59% dari Rp153 miliar menjadi Rp244 miliar," ujarnya dalama keterangan tertulisnya, Selasa (26/5/2026).
Total Aset di tahun 2025 mencapai Rp1,27 triliun atau meningkat 33% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sedangkan untuk Ekuitas mengalami peningkatan sebesar 21% menjadi Rp976 miliar seiring dengan peningkatan saldo laba.
Selain itu, Perseroan juga mencatat peningkatan arus kas operasi yang kuat sepanjang tahun 2025, didukung oleh peningkatan penerimaan kas dari pelanggan serta pengelolaan operasional yang disiplin.
Kinerja Perseroan Kuartal 1 Tahun 2026 (tidak diaudit)
Sebagai Perseroan yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan, Perseroan melanjutkan momentum positif pada kuartal I 2026.
Kinerja Perseroan tumbuh sekitar 32% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan penjualan seluruh divisi usaha, khususnya peningkatan penjualan produk Healthcare baik kepada mitra utama maupun dari kegiatan ekspor.
Pada kuartal I 2026, produk diabetes tetap menjadi kontributor utama terhadap penjualan Healthcare dengan kontribusi sebesar 24% dan mencatat pertumbuhan sebesar 51,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, produk fertility mencatat pertumbuhan sebesar 18,2%, thyroid sebesar 44,9%, serta endocrinology sebesar 2,4%.
Peningkatan volume penjualan dan perubahan produk mix turut mendorong kenaikan laba bruto sebesar 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan juga mencatat peningkatan laba usaha kuartal I 2026 sekitar 380% (yoy) seiring dengan efisiensi biaya operasional.
Posisi kas dan setara kas Perseroan meningkat menjadi sekitar Rp443 miliar pada akhir Maret 2026, didukung oleh peningkatan arus kas operasi dan penurunan utang Perseroan dibandingkan tahun sebelumnya.
(Taufik Fajar)