Pelemahan beruntun ini memperpanjang catatan buruk performa mata uang Indonesia sejak awal pekan. Pada sesi penutupan perdagangan Senin (25/5/2026), rupiah di pasar spot juga ditutup melemah 0,15 persen secara harian ke posisi Rp17.744 per dolar AS.
Kondisi serupa juga tercermin dari data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, di mana posisi rupiah dipatok melemah 0,14 persen secara harian ke level Rp17.743.
Dengan rentetan hasil tersebut, nilai tukar rupiah kembali mencatat performa terburuknya dalam sejarah penataan moneter nasional.
(Feby Novalius)