Petrindo (CUAN) Targetkan Produksi 30 Juta Ton Batu Bara pada 2031

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Selasa 02 Juni 2026 16:01 WIB
Petrindo (CUAN) Targetkan Produksi 30 Juta Ton Batu Bara pada 2031 (Foto: Ilustrasi)
Share :

JAKARTA - PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menargetkan produksi 30 juta ton batu bara pada 2031. Emiten milik Prajogo Pangestu ini memperkuat sebagai grup pertambangan dan energi terintegrasi melalui rencana pengambilalihan PT Singaraja Putra Tbk (SINI) yang akan dilakukan melalui afiliasi Perseroan, termasuk PT Petrosea Tbk (PTRO).

Pada Desember 2025, Petrindo melalui entitas anaknya PT Kreasi Jasa Persada beserta afiliasinya secara tidak langsung telah memiliki 19,99% saham SINI dan tengah dalam proses untuk mengikuti right issue SINI. Setelah transaksi diselesaikan, Petrindo dan/atau afiliasinya diharapkan memiliki sekurang-kurangnya 29% saham SINI. 

Secara teknis, proyeksi total cadangan yang dimiliki oleh perusahaan dan anak usaha akan berkisar sekitar 378 juta ton batu bara. Basis sumber daya tersebut memberikan fondasi yang kuat untuk mendukung pertumbuhan produksi jangka panjang sekaligus memperkuat keberlanjutan operasi grup.

"Dengan ekspansi Petrindo bersama anak usaha dengan Singaraja Putra, kami memproyeksikan akan mampu meningkatkan produksi secara bertahap hingga melampaui 30 juta ton per tahun sampai 2031. Hal ini akan berpotensi menempatkan grup menjadi salah satu produsen batu bara enam besar di Indonesia berdasarkan volume produksi tahunan," ujar Direktur Utama Petrindo Jaya Kreasi Michael dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Nilai strategis transaksi ini tidak hanya terletak pada tambahan cadangan dan peningkatan produksi. Akuisisi SINI memperkuat model bisnis terintegrasi Petrindo yang menggabungkan kepemilikan sumber daya, kemampuan operasional Petrosea, serta infrastruktur logistik yang mampu mengelola volume besar per tahun.

Melalui model tersebut, peningkatan produksi tidak hanya menghasilkan tambahan penjualan batubara, tetapi juga meningkatkan utilisasi jalan tambang, pelabuhan, dan fasilitas logistik yang telah dibangun. Sinergi antara aset tambang dan infrastruktur ini menjadi salah satu faktor utama yang mendukung penciptaan nilai tambah di seluruh rantai bisnis pertambangan Perseroan.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya