Ia menyebut pemerintah daerah tengah memperkuat pendidikan dan pelatihan vokasi agar masyarakat dapat terserap dalam industri.
“Kami sedang memperkuat pendidikan dan keterampilan masyarakat agar lebih banyak warga Maluku Utara dapat mengambil peran dalam industri. Kami juga mendorong pengembangan pendidikan vokasi dan politeknik yang relevan dengan kebutuhan sektor industri,” ujar Sherly.
Sementara itu, Executive Director NiPERA NiPERA Chris Schlekat menilai pasar global akan semakin menuntut pembuktian praktik keberlanjutan dalam industri nikel. Ia menyebut penggunaan standar internasional yang kredibel menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing.
“Ke depan, akses pasar global akan semakin ditentukan oleh kemampuan produsen menunjukkan praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola yang dapat diverifikasi,” kata Chris.
(Feby Novalius)