Indikator kesehatan ekonomi domestik juga tecermin dari realisasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).
Per Mei 2026, sektor pajak konsumsi ini membukukan pertumbuhan yang sangat kuat hingga 41,3 persen dengan nilai Rp315,7 triliun secara tahunan. Performa ini melampaui pencapaian bulan April 2026 yang tumbuh 40,2 persen dengan nilai Rp221,2 triliun.
“PPN dan PPnBM sebagai pajak konsumsi meningkat tinggi sejalan dengan konsumsi dalam negeri yang kuat dan daya beli yang terjaga,” tegas Purbaya.
Perbaikan postur penerimaan negara terpantau merata di sejumlah sektor industri strategis. Sektor Perdagangan menjadi motor penggerak terbesar dengan pertumbuhan perpajakan mencapai 52,4 persen.
Kemudian Sektor Pertambangan mencatatkan kenaikan penerimaan sebesar 28,2 persen. Sektor Industri Pengolahan tumbuh positif di level 19,7 persen.
Sektor Pengangkutan dan Pergudangan membukukan pertumbuhan 16,8 persen. Lebih lanjut, Sektor Jasa Perusahaan naik sebesar 16,3 persen. Sektor Konstruksi dan Real Estat tumbuh moderat di angka 7,4 persen.
“Kinerja sektor-sektor tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi terus bergerak. Ketika perdagangan tumbuh tinggi berarti ada transaksi dan konsumsi yang meningkat, sedangkan industri pengolahan yang tumbuh menunjukkan pabrik-pabrik tetap berproduksi,” jelas Purbaya.
Sinyal positif pemulihan ekonomi juga ditunjukkan oleh kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Penerimaan cukai yang pada awal tahun sempat mengalami kontraksi kini dilaporkan telah berbalik arah ke zona positif.
Di sisi lain, pos penerimaan bea masuk ikut terkerek berkat naiknya aktivitas impor bahan baku serta bahan penolong sebesar 10,67 persen, yang menandakan gairah manufaktur dalam negeri kian meningkat.
Pemerintah turut menggarisbawahi bahwa moncernya penerimaan ini tidak lepas dari makin stabilnya pengoperasian sistem administrasi Coretax. Meskipun sistem baru ini sempat diterpa tantangan teknis pada awal tahun 2026, saat ini Coretax terbukti mampu menyokong tata kelola perpajakan secara efektif dan efisien.
Melihat capaian ini, pemerintah optimistis tren penguatan pendapatan dari sektor perpajakan akan terus terjaga hingga akhir tahun, ditopang stabilitas konsumsi publik dan ekspansi dunia usaha guna menjadi tulang punggung keberlanjutan APBN.
(Taufik Fajar)