JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan tercatat untuk meningkatkan porsi kepemilikan saham publik atau free float minimal 15 persen. Hal tersebut menjadi bagian dari transformasi integritas pasar modal yang kini tengah dijalankan oleh OJK bersama SRO.
Direktur Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, peningkatan free float akan meningkatkan daya tarik perusahaan di mata investor asing maupun lokal. Sebab kondisi tersebut akan menciptakan likuiditas perdagangan, hingga menciptakan proses pembentukan harga saham yang wajar.
"Free float yang memadai berperan penting dalam meningkatkan likuiditas perdagangan, memperluas basis investor, menciptakan proses pembentukan harga yang wajar, serta meningkatkan daya tarik perusahaan di mata investor," ujarnya dalam pembukaan Public Expose Live 2026, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Nyoman menambahkan, peningkatan free float merupakan bagian dari komitmen bursa untuk meningkatkan kualitas perusahaan tercatat dan memperkuat attractiveness pasar modal Indonesia di mata investor. Hal tersebut dalam rangka mendukung pertumbuhan pasar modal yang lebih baik kedepannya.
"Pada akhirnya, peningkatan free float merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam menciptakan peningkatan value bagi perusahaan secara berkelanjutan," lanjutnya.
Nyoman berharap melalui penyelenggaraan public expose live ini jadi wadah perusahaan memaparkan strategi perusahaan kepada investor maupun calon investor, untuk meningkatkan porsi kepemilikan saham beredar di publik minimal 15 persen.
"Di sisi lain, investor juga memperoleh kesempatan untuk mendapatkan informasi secara langsung dari manajemen perusahaan sehingga dapat mendukung proses pengambilan keputusan investasi yang lebih komprehensif," tambahnya.