Senanda, Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menambahkan kenaikan harga Pertamax bukan sekedar penyesuaian harga biasa, ini membuktikan ruang fiskal atau APBN kian menyempit.
“Utang jatuh tempo dan kewajiban bunga menembus Rp1.434 triliun, tahun ini salah satu puncak pembayaran utang. Outlook penerimaan pajak shortfall diperkirakan Rp300-Rp340 triliun, dan kebutuhan belanja program masih besar. Pemerintah sudah kehabisan amunisi menjaga harga energi tetap stabil,” ujar Bhima.
Selain ruang fiskal yang menyempit, Bhima menyebut masalah akut pelemahan kurs rupiah yang merosot 8% sejak awal tahun menjadi tekanan ganda ke belanja energi APBN dan pengeluaran masyarakat.
(Dani Jumadil Akhir)