Tekan Biaya Logistik, Menhub Targetkan Jaringan Kereta Api Tembus 10.524 Km

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Minggu 14 Juni 2026 13:15 WIB
Menhub (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan pengembangan jaringan kereta api nasional hingga mencapai 10.524 kilometer sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus menekan biaya logistik nasional.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pengembangan jaringan perkeretaapian tidak hanya berfungsi sebagai pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang, memperluas aksesibilitas masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

“Pengembangan jaringan kereta api nasional bukan sekadar pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi juga upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksesibilitas yang lebih baik, biaya logistik yang lebih efisien, serta peluang ekonomi yang semakin terbuka di berbagai daerah,” ujar Dudy dalam keterangan resmi, Minggu (14/6/2026). 

Saat ini, panjang jaringan kereta api aktif nasional mencapai sekitar 6.927 kilometer yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Papua. Pemerintah menargetkan perluasan jaringan tersebut hingga 10.524 kilometer, termasuk pengembangan jaringan perkeretaapian perkotaan yang akan menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat.

Menurut Dudy, pengembangan jaringan rel menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menekan biaya logistik nasional yang selama ini masih relatif tinggi. Kehadiran kereta logistik diharapkan dapat memperkuat distribusi barang, mengurangi ketergantungan pada angkutan jalan raya, serta meningkatkan efisiensi rantai pasok di berbagai wilayah.

Sejumlah proyek strategis yang tengah didorong pemerintah meliputi pembangunan jaringan Kereta Api Trans Sumatera, pengembangan kereta logistik di Kalimantan, penyelesaian operasional Kereta Api Makassar–Parepare, hingga pengembangan layanan kereta api perkotaan di berbagai daerah.

 

Di Pulau Jawa, fokus pengembangan diarahkan pada peningkatan kapasitas layanan kereta perkotaan, elektrifikasi jalur, serta pengembangan jaringan kereta semi cepat dan kereta cepat. Sementara di luar Jawa, pembangunan perkeretaapian difokuskan untuk mendukung distribusi komoditas unggulan dan aktivitas ekonomi daerah.

“Kami menyampaikan pengembangan kereta logistik dan kereta wisata, termasuk pengembangan jaringan perkeretaapian Pulau Sumatera. Kereta logistik diarahkan untuk memperkuat efisiensi distribusi barang dan mendukung penurunan beban jalan raya,” kata Dudy.

Selain kereta logistik, Kemenhub juga terus mengembangkan layanan gerbong kereta untuk petani dan pedagang yang saat ini telah beroperasi di sejumlah daerah seperti Lebak, Garut, Cilacap, Yogyakarta, Solo, Semarang, Blitar, Jember, hingga Banyuwangi. Program tersebut ditujukan untuk mempermudah distribusi hasil pertanian dan perdagangan dengan biaya yang lebih terjangkau.

Kemenhub mencatat minat masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel terus meningkat. Jumlah penumpang kereta api pada 2025 mencapai hampir 550 juta orang atau naik 8,8 persen dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 500,5 juta penumpang.

Dudy menegaskan penguatan jaringan perkeretaapian akan mendukung pemerataan pembangunan dengan menghubungkan kawasan industri, sentra pertanian, pelabuhan, bandara, hingga destinasi wisata. Dengan semakin luasnya jaringan rel, pemerintah berharap biaya logistik dapat ditekan, daya saing nasional meningkat, dan pertumbuhan ekonomi daerah semakin terdorong.

“Kami mendorong keterlibatan pemerintah daerah, badan usaha, operator, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan perkeretaapian nasional dapat berjalan lebih cepat, berkelanjutan, dan tetap mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama,” ujarnya.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya