Di sisi lain, Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) terus didorong untuk memperluas akses air minum layak di wilayah pedesaan.
Program lainnya seperti Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan melalui penguatan layanan sanitasi dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Selain itu, Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) serta Pengembangan Kawasan Ekonomi (PKE) diproyeksikan mampu memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Kementerian PU juga menempatkan pembangunan jembatan gantung sebagai bagian penting dalam program IBM.
Infrastruktur tersebut dinilai mampu membuka akses masyarakat di daerah terpencil, termasuk bagi pelajar, petani, dan warga yang selama ini menghadapi keterbatasan konektivitas.
Dody menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memastikan setiap anggaran yang dialokasikan melalui APBN dikelola secara efektif, efisien, dan akuntabel sehingga menghasilkan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
"Dengan dukungan Komisi V DPR, Kementerian Pekerjaan Umum berkomitmen untuk tetap menjaga agar setiap rupiah APBN dikelola dapat dilakukan secara efektif, efisien, dan akuntabel. Menghasilkan output dan outcome pekerjaan pembangunan yang sesuai mutu dan kualitas ditingkatkan, tertib dalam pertanggungjawabannya, serta memberikan manfaat nyata bagi ketahanan air, konektivitas wilayah, layanan dasar, dan penyediaan prasarana publik yang dibutuhkan oleh seluruh masyarakat Indonesia," ujarnya.
(Taufik Fajar)