Penurunan ULN Swasta Cermin Gairah Bisnis Meredup

Rohman Wibowo, Jurnalis
Selasa 16 Juni 2026 21:28 WIB
Pergerakan utang luar negeri (ULN) Indonesia saat ini menghadirkan tantangan bagi stabilitas makroekonomi nasional. (Foto ;Okezone.com/Freepik)
Share :

Di tengah pasifnya sektor swasta, peran pembiayaan publik oleh pemerintah justru bergerak ke arah sebaliknya. Pemerintah terpaksa menarik utang baru guna menutup defisit anggaran yang kian melebar demi menjaga agar mesin perekonomian tetap berjalan.

Strategi menutup celah fiskal ini diwujudkan melalui penarikan pinjaman luar negeri secara langsung serta penerbitan instrumen obligasi atau Surat Berharga Negara (SBN) di pasar keuangan domestik.

Dana hasil utang tersebut selanjutnya dialokasikan untuk menjaga perekonomian agar tetap bertahan dari guncangan eksternal. Salah satunya direalisasikan melalui intervensi kebijakan penyeimbang (countercyclical) demi meredam dampak tekanan ekonomi terhadap daya beli masyarakat kelas bawah.

Anggaran pembiayaan ini diserap secara besar-besaran untuk mengompensasi pembengkakan subsidi energi domestik, sebagai konsekuensi dari melambungnya harga minyak mentah Indonesia (ICP) di pasar global serta depresiasi nilai tukar rupiah.

Kebijakan penyelamatan ekonomi tersebut dinilai menyisakan konsekuensi finansial jangka panjang bagi neraca keuangan negara. Akumulasi utang baru yang terus ditarik di tengah tren pelemahan nilai tukar berisiko memicu beban fiskal yang besar di masa depan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya