Di sisi lain, kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) diyakini akan tetap memegang peranan krusial sebagai jangkar stabilitas nilai tukar. Setelah BI mengerek suku bunga acuan ke level 5,75 persen, pasar memproyeksikan bank sentral masih memiliki ruang untuk melanjutkan pengetatan demi mengimbangi agresivitas global.
"BI rate sendiri sangat penting untuk mendukung rupiah dan diperkirakan masih akan dinaikkan kedepannya paling tidak 50bps lagi," ungkap Lukman
Untuk perdagangan sepanjang hari ini, pergerakan nilai tukar rupiah diproyeksikan akan bergerak fluktuatif sensitif pada rentang psikologis tertentu.
"Range (rupiah diperkirakan) 17.800-17.900," pungkas Lukman.
(Taufik Fajar)