JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,29 persen atau 79,17 poin ke level 6.037 pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (23/6/2026).
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di level 6.096,50 dan sempat menguat hingga menyentuh posisi tertinggi harian 6.121,78. Namun, indeks berbalik arah dan terus tertekan sepanjang sesi hingga menyentuh level terendah 6.030,10.
Sepanjang perdagangan hingga akhir sesi 1 ini, nilai transaksi mencapai Rp6,64 triliun dengan volume perdagangan 10,70 miliar saham yang ditransaksikan sebanyak 1,001 juta kali.
Tekanan jual mendominasi pasar. Sebanyak 466 saham ditutup melemah, sementara hanya 228 saham menguat dan 265 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp10.578 triliun.
Pelemahan IHSG dipicu oleh koreksi mayoritas indeks sektoral. Dari 11 sektor yang diperdagangkan, hanya sektor kesehatan yang berhasil bertahan di zona hijau.
Sektor keuangan menjadi sektor dengan pelemahan terdalam, yakni turun 3,03 persen. Mengingat besarnya bobot saham perbankan dalam pergerakan indeks, koreksi sektor ini menjadi salah satu faktor utama yang menyeret IHSG ke zona merah.
Selain itu, sektor energi juga mengalami tekanan cukup besar dengan penurunan 2,26 persen. Sektor teknologi melemah 1,31 persen, transportasi turun 1,15 persen, barang baku terkoreksi 0,87 persen, dan sektor non-primer turun 0,81 persen.
Pelemahan juga terjadi pada sektor perindustrian yang turun 0,61 persen, sektor primer melemah 0,32 persen, sektor properti terkoreksi 0,21 persen, serta sektor infrastruktur yang turun tipis 0,01 persen.
Di tengah tekanan pasar, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan penguatan dengan kenaikan 0,91 persen.