JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah. Pada awal perdagangan, Selasa (23/6/2026), indeks saham turun 40 poin atau 0,64 persen ke level 6.077.
Meski demikian, menurut Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana, masih ada celah bagi indeks untuk merangkak naik dan menguji level resistance baru.
“Kami memperkirakan masih terdapat peluang IHSG menguat, paling tidak untuk menguji rentang area 6.476–6.577 terlebih dahulu,” ujarnya.
Adapun laju IHSG disokong oleh kombinasi rilis data global serta meredanya tensi geopolitik internasional. Keputusan lembaga indeks global MSCI yang tetap mempertahankan posisi Indonesia di kelompok pasar negara berkembang (emerging market) memberikan kelegaan bagi pelaku pasar.
Selain itu, tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran turut meredam gejolak bursa, karena berdampak pada penurunan harga minyak mentah dunia. Hal ini menjadi katalis positif bagi emiten domestik.