5 Fakta MSCI Pertahankan Status Indonesia Emerging Market tapi Ada Ancaman Turun Kelas

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Senin 29 Juni 2026 07:03 WIB
5 Fakta MSCI Pertahankan Status Indonesia Emerging Market tapi Ada Ancaman Turun Kelas (Foto: Okezone)
Share :

5. Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Pasca Pengumuman MSCI 

Sementara itu, nilai tukar Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup melemah pada perdagangan Rabu (24/6/2026), pasca MSCI mengumumkan hasil Market Classification Review 2026. 

Rupiah ditutup melemah 93 poin ke level Rp17.952 per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya Rp17.859 per dolar AS. Sementara IHSG juga terkoreksi tajam 3,56 persen atau 217,45 poin ke level 5.883,88 hingga bel penutupan. 

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan hasil pengumuman MSCI merupakan salah satu penyebab pelemahan nilai tukar rupiah pada hari ini. MSCI memang mempertahankan status pasar modal sebagai emerging market, tapi sekaligus memberikan catatan terkait aspek transparansi kepemilikan saham dan praktik coordinated trading. 

Penyedia indeks provider global itu akan mereview kembali klasifikasi pasar modal Indonesia pada November mendatang. Sambil memantau upaya perbaikan yang akan dilakukan oleh SRO (Self-Regulatory Organization). 

Ibrahim melihat, kondisi tersebut membuat aliran dolar dari investor asing ke dalam negeri menjadi terhambat. Sebab investor masih menunggu keputusan MSCI terkait klasifikasi pasar modal Indonesia di November.

"Peninjauan terhadap status pasar Indonesia masih berlangsung dan akan menjadi salah satu perhatian utama para pelaku pasar dalam beberapa bulan ke depan. Hasil evaluasi tersebut dipandang penting karena dapat memberikan gambaran mengenai persepsi investor internasional terhadap kualitas, keterbukaan, dan efisiensi pasar modal domestik," katanya dalam pernyataan tertulis, Rabu (24/6/2026).
 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya