Rupiah Hari Ini Dibuka Melonjak ke Rp17.840 per Dolar AS

Anggie Ariesta, Jurnalis
Senin 29 Juni 2026 10:57 WIB
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
Share :

"Pertama, tentang program unggulan MBG. Ini juga disunat anggarannya, dipotong anggarannya, itu dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Artinya apa? Ada pemotongan sebesar Rp50 triliun, tujuannya apa? Untuk memperkuat kondisi keuangan negara. Karena kita lihat bahwa deposit anggaran sudah di atas 6,2,68 persen," jelas Ibrahim.

Faktor kedua yang turut mengunci apresiasi rupiah adalah keseriusan Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan restrukturisasi total dan konsolidasi korporasi pada tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sepanjang tahun berjalan ini.

Kebijakan radikal ini memproyeksikan perampingan struktur di mana dari total hampir seribu entitas perusahaan negara yang ada saat ini, bakal dipangkas secara masif hingga menyisakan sekitar 250 perusahaan inti saja. Langkah perampingan klaster BUMN ini dinilai efektif memotong kebocoran biaya operasional tinggi yang membebani pos APBN.

"Artinya apa? Pemangkasan ini tujuannya adalah untuk mengurangi biaya anggaran yang cukup besar tiap PBN. Sehingga ini pun juga salah satu yang akan mempengaruhi deposit anggaran mendekati di Rp2,68. Artinya apa? Bahwa pemerintah ini benar-benar serius bahwa deposit APBN itu harus mendekati Rp2,68 atau di Rp2,7," jelas Ibrahim.

Selanjutnya, penopang penguatan rupiah yang ketiga didorong oleh ketegasan sikap politik ekonomi pemerintah yang memilih menolak tawaran bantuan dana darurat dari Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) senilai 30 miliar dolar AS atau setara dengan Rp537 triliun jika dikonversikan pada kisaran kurs Rp17.900 per dolar AS.

Keputusan penolakan pinjaman asing ini menjadi sinyal kepercayaan diri tinggi yang ditangkap positif oleh pasar, mengingat indikator fundamental ekonomi domestik masih bertengger solid dengan capaian pertumbuhan ekonomi di level 5,61 persen pada kuartal pertama. Ketahanan makro ini dinilai cukup tangguh untuk meredam guncangan pasar jika terjadi pelemahan rupiah akibat gangguan rantai pasok global akibat penutupan Selat Hormuz.

"Kalau kita fokuskan di Rp17.900. Artinya apa? Bahwa pemerintah menolak IMF ini pun juga merupakan sentimen positif bagi Rupiah yang menguat cukup tajam saat ini. Sehingga tiga faktor inilah yang membuat Rupiah menguat walaupun indeks harga saham gabungan pada saat pembukaan dibuka melemah," pungkas Ibrahim.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya