Baginya, pendidikan peternakan bukan sekadar teori.
“Di Fapet UGM kami diajarkan bukan hanya teori, tetapi juga praktik dan pengalaman lapangan. Itu yang sangat membantu ketika benar-benar terjun ke dunia usaha,” ujarnya.
Selama kuliah, Mila dikenal aktif belajar langsung dari dosen, praktisi, hingga peternak senior di berbagai daerah. Ia percaya keberhasilan peternakan lahir dari perpaduan ilmu pengetahuan dan pengalaman lapangan.
“Teori itu penting, tapi tidak cukup. Harus turun langsung ke lapangan,” katanya.
Perjalanan bisnisnya tidak selalu berjalan mulus. Kematian ternak yang ia pelihara menjadi bahan pembelajaran. Setiap kali terjadi kematian, Mila melakukan observasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Dari pengalaman tersebut, ia semakin memahami manajemen kesehatan ternak, mulai dari pneumonia akibat perubahan suhu hingga berbagai infeksi lain yang umum menyerang kambing dan domba.
Kini, Kerabat Ternak 1–3 berkembang menjadi usaha peternakan yang tidak hanya fokus pada jumlah populasi, tetapi juga kualitas ternak dan kesejahteraan hewan.
Selain kebersihan, pakan juga dikelola secara serius. Mila memiliki lahan hijauan pakan ternak seluas sekitar 1,5 hektare dan memanfaatkan pakan tambahan seperti ampas tahu serta kangkung kering untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak.